mengalir bagai sungai
Ada yang menarik dari daur hidup sungai. Bayangkan, badan
sungainya tetap, namun air yang mengalir didalamnya selalu berganti tiap detik.
Manusia ibarat sungai, badan wadagnya tetap, namun
persoalan, penderitaan, kesenangan, sakit, sehat, bĂȘte, romantika, dinamika
selalu berganti. Bagaikan air yang mengalir di badan sebuah sungai.
Bicara tentang sungai, ternyata sungaipun punya fase usia
selayaknya manusia. Ada tiga fase usia sungai yakni Sungai Muda, Sungai Dewasa
dan Sungai Tua.
Sungai muda memiliki ciri dinding yang terjal, dan memiliki
penampang berukuran kecil.
Sungai dewasa memiliki ciri bagian terjalnya sudah
berkurang, dan daya erosi serta kecepatan alirnya juga berkurang.
Sementara dibeberapa
bagian sungai dewasa mulai ditemukan endapan.Sungai Tua memiliki ciri penampang yang melebar, pada bagian
sisinya terdapat limpahan banjir, endapan material makin banyak ditemukan
sebagai hasil aliran air sekian lama.Kok seperti perjalanan hidup seorang manusia bernama Amir
Faisol ya…..?
Lantas, fase usia apa yang saya alami kini? Dewasa? Ouw tidak,
apalagi muda. Tidak lah youw..
Penampang badan melebar, ada limpahan banjir (airmata), ada
endapan (kolesterol, asam urat,dll), jadi memang berdasarkan ciri usia sungai
ternyata sudah mencapai fase Tua!Yaa ALLAH, berilah hambaMu usia panjang yang sehat dan
bermanfaat. Aamiiin ……
Aaaamiiin.
BalasHapusSenja akan lebih indah lagi pabila dihiasi dengan tulisan-tulisan curahan hati.
Lanjut, mas.
mas, sementara ini biarlah kita bersunyi-sunyi berdua di sini...
BalasHapustulis saja terus, suatu saat tentu akan ada yang mengambil manfaatnya...
mungkin perjalanan belum sepanjang dan sehebat yang lain, tapi tentu kita berharap ada sedikit nilai yang menurut kita layak dipikir, digagas, atau mungkin ditertawakan bahkan mungkin ditangisi oleh siapapun...
yang cocok ya syukur
yang tersengat ya maaf
yang terharu ya nggak apa-apa
yang tidur mungkin jadi terbangun
yang ngebut bisa jadi terus pasang sedikit rem
yang senang nah itu dia
gitu ya mas, mari saling memberi semangat
saya jadi tergugah juga setelah panjenengan menulis kembali di blog
silaturahmi virtual barangkali nilainya sama dengan silaturahmi yang lain
terus mas
teman kita bukak dasar juga di www.hkanafi.blogspot.com dan www.kungqoryat.blogspot.com
BalasHapusmari kita datangi bersama-sama
Pakde sol.. ada lagi sungai yg banjir tidak mampu menampung rejeki tetapi ada juga yg kering kerontang bahkan bisa untuk kemah ditengahnya.
BalasHapusMasih ingat sewaktu smp kita pernah kemah di tengah sungai didaerah kemiri???
mas indro?
BalasHapuscerita dong tentang
kemah di tengah sungai: petualangan anak ke dunia mimpi.....
biar jadi kenangan sepanjang masa di senja indah, selagi bisa nulis....
setuju pakdhe sol?!
Mas Paromo,mas Indro,memang dmkn adanya. Kenangan masa lalu menjadikan saya lebih mengenal diri sendiri,dan banyak didukung oleh kenangan bersama teman.
BalasHapusJenenge Kesawen mas Indro. Masak jg pakai air sungai kok ya rapapa.
Eling (halo cak Paromo) regu putri sapa wae mas Indro? Pembinane al pak Kodrat(alm).