“#" Darmaning Asepuh
Banyak ungkapan yang saya rasakan hanya bisa diucapkan
dengan idiom Bahasa Jawa saja. Sebagai contoh misalnya, agak sulit padanan
ungkapan “lunga klepat, mlebu bleng,
mlebune ‘metu’ kene , dsb dsb”. Demikian juga untuk mengungkapkan suatu
episode dalam kehidupan, yakni “ngentasaken”(lagi
lagi Jawa) anak perempuan untuk melangkah ke tahapan kehidupan selanjutnya,
nikah!
Masuk usia senja sekarang ini (ada yang menyebut sebagai “Golden age” atau Adi Yuswa), sungguh
banyak peristiwa yang kami alami. Itu semua sebagai mata pelajaran yang mesti
saya tempuh beserrta ujiannya dalam Universitas Kehidupan yang entah kapan
lulusnya.
Diawali dengan menikah, mempunyai bayi, mengasuh anak,
mendidik anak, menikahkan anak, dan itu semua dengan dinamika yang sungguh luar
biasa.
Alhamdulillah satu satu pelajaran dapat saya tempuh dan
lulus, meskipun ragu predikat apa kelulusan saya. Memuaskan, dengan pujian,
cumlaude, suma cumlaude,atau bahkan ada yang tidak lulus. Apapun predikatnya,
hidup dan kehidupan harus berlanjut.
Sabtu tanggal 22 Juni
2013 satu episode selesaikan, yakni menikahkan anak kami Tias Atika
Rachmawati,S.E. dengan Rifqi Pratama,S.Hut. selamat nak, semoga menjadi
keluarga yang sakinah mawaddah warohmah, dilindungi dan diberkahi Allah SWT. Aamiin.
Banyak teman, saudara dan handai taulan yang hadir
menyaksikan acara tersebut menjadikan saya bangga, dan yakin bahwa dengan doa
restu mereka, dalam mengarungi bahtera kehidupan ananda berdua tabah dan penuh
berkah.
Bapak dan Ibu telah menunaikan amanah Allah mendidik dan
membesarkan kalian anakku, dengan penuh keihlasan. Sekarang tugas kalianlah
untuk meneruskan dan menjaga marwah keluarga.
Semoga Allah SWT mengabulkan cita cita kalian, doakan juga
Bapak dan Ibu selalu sehat, panjang umur, bisa menyaksikan keluarga kalian
bahagia. (bersambung).