Sabtu, 21 Agustus 2021

darmaning asepuh

“#"                                 Darmaning Asepuh

Banyak ungkapan yang saya rasakan hanya bisa diucapkan dengan idiom Bahasa Jawa saja. Sebagai contoh misalnya, agak sulit padanan ungkapan “lunga klepat, mlebu bleng, mlebune ‘metu’ kene , dsb dsb”. Demikian juga untuk mengungkapkan suatu episode dalam kehidupan, yakni “ngentasaken”(lagi lagi Jawa) anak perempuan untuk melangkah ke tahapan kehidupan selanjutnya, nikah!
Masuk usia senja sekarang ini (ada yang menyebut sebagai “Golden age” atau Adi Yuswa), sungguh banyak peristiwa yang kami alami. Itu semua sebagai mata pelajaran yang mesti saya tempuh beserrta ujiannya dalam Universitas Kehidupan yang entah kapan lulusnya.
Diawali dengan menikah, mempunyai bayi, mengasuh anak, mendidik anak, menikahkan anak, dan itu semua dengan dinamika yang sungguh luar biasa.
Alhamdulillah satu satu pelajaran dapat saya tempuh dan lulus, meskipun ragu predikat apa kelulusan saya. Memuaskan, dengan pujian, cumlaude, suma cumlaude,atau bahkan ada yang tidak lulus. Apapun predikatnya, hidup dan kehidupan harus berlanjut.
 Sabtu tanggal 22 Juni 2013 satu episode selesaikan, yakni menikahkan anak kami Tias Atika Rachmawati,S.E. dengan Rifqi Pratama,S.Hut. selamat nak, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah, dilindungi dan diberkahi Allah SWT. Aamiin.
Banyak teman, saudara dan handai taulan yang hadir menyaksikan acara tersebut menjadikan saya bangga, dan yakin bahwa dengan doa restu mereka, dalam mengarungi bahtera kehidupan ananda berdua tabah dan penuh berkah.
Bapak dan Ibu telah menunaikan amanah Allah mendidik dan membesarkan kalian anakku, dengan penuh keihlasan. Sekarang tugas kalianlah untuk meneruskan dan menjaga marwah keluarga.
Semoga Allah SWT mengabulkan cita cita kalian, doakan juga Bapak dan Ibu selalu sehat, panjang umur, bisa menyaksikan keluarga kalian bahagia.  (bersambung).